
Jakarta (Kabarin) – Unsur Pos Angkatan Laut (Posal) Lagoi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil mengevakuasi tiga orang korban kecelakaan laut antara Kapal TB Permata Mulia dan Kapal TK Cahaya Alam di Perairan Muara Lagoi, Batam ( 10/01 ), sekitar pukul 10.30.
Ketiga korban tersebut merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal TB Permata Mulia yang keseluruhannya Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Ahmad (25) selaku nahkoda, Yulius Kate (35) yang kepala kamar mesin, Amri Runa (20).
Ketiga korban dibawa ke KPLP Tanjunguban dalam keadaan selamat, sedangkan seorang lainnya, Ridwan (20), belum diketemukan.
Sementara itu, pada Minggu (11/01) Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Lanal Batam kembali berhasil menyelamatkan 18 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terapung di Perairan sekira satu mil utara Nongsa Batam, akibat kapal speedboat yang di tumpanginya ditabrak kapal tanker elpiji (Liquid Petroleum Gas/LPG) setelah mesin tempel mereka mengalami kerusakan dan terombang ambing gelombang tinggi di perairan tersebut.
Sebanyak 18 orang penumpang yang selamat langsung mendapat perawatan di Balai Pengobatan Lanal Batam, dan selanjutnya di serahkan kepada Dinas social Kota Batam untuk proses lanjut.
Menurut Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (E) M Faisal, speedboat yang rencananya akan merapat di Batam itu membawa 20 penumpang dengan satu orang tekong atas nama Supriyatno yang sampai saat ini di nyatakan hilang bersama dua orang, Anang Suherli dan Botak (nahkoda).
Unsur TNI AL akan terus berupaya melakukan pencarian korban yang hilang, seperti yang dilakukan pada korban kecelakaan kapal KM Teratai Prima di Perairan Majene.
Hal ini merupakan komitmen TNI AL untuk selalu siap membantu korban kecelakaan dilaut, demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul S.E. (*)