![]()
Jakarta (Kabarin) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengatakan, Sebanyak 198 orang manusia perahu yang terapung-apung di perairan Idi Rayeuk, ditemukan oleh anggota Pos TNI Angkatan Laut dan kemudian dievakuasi ke Pos Satuan Radar TNI AL Idi Rayeuk, Selasa dini hari (3/2).
Penemuan sejumlah manusia ini berawal dari hasil deteksi radar TNI AL yang berada di Pos Idi Rayeuk, mendeteksi sebuah perahu terapung-apung yang bermuatan sejumlah manusia pada tanggal 02 Pebruari 2009 sekitar pukul 14.00 WIB. Perahu yang digunakan berukuran panjang 16 meter, lebar 2,5 meter tanpa nama dan tanpa mesin dalam kondisi pecah dan diikat dengan tali.
Kadispenal menjelaskan, bahwa dari hasil identifikasi setelah dievakuasi ke Posal manusia perahu ini berjumlah 198 orang yang keseluruhannya adalah pria dan salah satu dari antara mereka dapat berbahasa melayu atas nama Rahmat, agama Islam asal negara Arkan Birma.
Namun, jumlah awal 224 orang, selama 21 hari pelayaran telah meninggal dunia 26 orang dan dibuang ke laut. Hingga saat ini sejumlah manusia perahu tersebut masih diamankan di Posal TNI AL Idi Rayeuk untuk identifikasi dan sambil menunggu hasil koordinasi dengan satuan terkait.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. (*)