Feeds:
Tulisan
Komentar

books1

Buku Baru

Perubahan Sosial di Yogyakarta

oleh Selo Sumardjan

Januari 2009, 544 hlm, 14 x 21cm

Rp. 80.000

***

Buku ini adalah karya klasik dari Selo Soemardjan yang mendapat gelar sebagai “Ilmuwan Sosiologi Utama” di Indonesia . Ia mengupas perubahan sosial dan politik yang revolusioner di Yogyakarta akibat pergantian kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda, kemudian Militeristik Jepang dan akhirnya Republik Indonesia . Sebagai karya yang ditulis oleh orang yang lahir, besar dan tinggal di Yogyakarta serta mengalami sendiri peristiwa-peristiwa itu membuat karyanya ini bukan saja menunjukkan sebuah kualitas kesarjanaan yang prima, tetapi juga perkisahan orang dalam yang piawai dan menukik bergaya tukang cerita (a storyteller). Secara jelas digambarkan perubahan yang berkenaan dengan administrasi pemerintahan, partai politik, pertanian-perkebunan rakyat, perkembangan teknologi, perkembangan pendidikan, kemunculan perusahaan asing dan akhirnya bagaimana semua itu merubah mentalitas masyarakat Yogyakarta dari introvert ke ekstropert, terutama sekali setelah kota kerajaan itu menjadi Ibukota Republik Indonesia pada 1946 – 1949.

“Buku memukau “Bapak Sosiologi” Indonesia yang melahirkan sejumlah hipotesa atau suatu ulasan teori yang bersifat umum tentang sifat perubahan sosial.”

Harsya W. Bachtiar, sosiolog: “Studi pionir yang penting dicatat sebab memberikan perspektif sejarah dan perubahan sosial terkait dengan pertumbuhan Kota Yogyakarta pada masa-masa akhir pemerintahan Hindia Belanda sampai kurang lebih tahun 1958.”

Abdurachman Surjomihardjo, sejarawan: “Buku babon sosiologi di Indonesia”

Bisa didapatkan di toko-toko Gramedia dan Gunung Agung serta Toga Mas mulai 25 Januari 2009. Dapatkan diskon 15% dengan memesan langsung ke Penerbit Komunitas Bambu + ongkos kirim untuk wilayah Jabodetabek atau paket untuk luar Jabodetabek.

“Jadilah pembaca pertama buku berharga ini”

dari

Komunitas Bambu

Jl. Pala No. 4B Beji Timur Depok
Tlp: 021-772 06 987
sms pesanan: 0813 8543 0505

email pesanan: komunitasbambu@yahoo.com
atau komuntasbambupemasaran@yahoo.com

(*)

kriterbersih

Surabaya (Kabarin) – Kelasi Kepala Bek Muhammad Seger Supardi dan Serda Mes Mujianto terpilih sebagai Tamtama dan Bintara Teladan di lingkungan Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim).

Penghargaan terhadap kedua prajurit berprestasi itu diberikan secara langsung oleh Komandan Satfib Koarmatim Kolonel Laut (P) Harjo Susmoro dalam suatu upacara di Lapangan Apel Satfib Koarmatim, Ujung, Surabaya , Rabu (21/01).

Sementara itu, KRI Surabaya-591 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suhartono meraih predikat sebagai kapal perang terbaik/terbersih dari sekitar 15 kapal yang berada dibawah komando Satfib Koarmatim.

Penentuan ketiga pemenang tersebut, setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang dan lama oleh panitia khusus yang berisikan para pejabat teras di lingkungan Satfib Koarmatim. Dengan demikian, penilaian yang diberikan betul-betul objektif.

Beberapa aspek yang mendapat penilaian menjadi prajurit teladan diantaranya adalah aspek kesamaptaan, kemampuan di bidang tugasnya, loyalitas serta disiplinnya.

Kelasi Kepala Bek Muhammad Seger Supardi sehari-hari berdinas di KRI Makassar-590 sedangkan Serda Mes Mujianto bertugas di KRI Teluk Mandar-514.

Kedua prajurit tersebut, selanjutnya akan diorbitkan dalam pemilihan Bintara dan Tamtama teladan tingkat Koarmatim.

Sedangkan, terpilihnya KRI Surabaya-591 sebagai kapal perang terbersih dengan poin 8,40 merupakan suatu hal yang wajar mengingat kapal jenis LPD buatan Korea Selatan tersebut merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki oleh Satfib Koarmatim. Kapal ini mengalahkan pesaing terkuatnya sesama kapal perang jenis LPD lainnya, yaitu KRI Makassar-590 dengan poin 8,32. (*)

stkadisku

Surabaya (Kabarin) – Jabatan Kepala Keuangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Kadisku Koarmatim) secara resmi diserahterimakan dari Kolonel Laut (S) Maheranto kepada penggantinya, Kolonel Laut (S) I Gede Rai Sudana.

Acara itu dipimpin Inspektur Upacara (Irup), Panglima Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Lili Supramono, di Gedung Nala, Koarmatim, Ujung, Surabya, Rabu (21/01).

Kolonel Laut (S) I Gede Rai Sudana yang sebelumnya menjabat sebagai Danpusdikbanmin Kobangdikal adalah alumni Akademi TNI AL (AA) angkatan ke-31 tahun 1986.

Sedangkan, Kolonel Laut (S) Maheranto adalah alumni AAL angkatan ke-29 tahun 1984, selanjutnya menempati jabatan barunya sebagai Direnbang Kobangdikal.

Dalam amanatnya, Pangarmatim mengatakan, bahwa pergantian ini merupakan hal yang wajar dan sebagai konsekuensi logis dari tuntutan kebutuhan pendinamisan organisasi sekaligus merupakan upaya penyegaran dalam yrangka pembinaan personel.

“Proses ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan Koarmatim serta mampu menciptakan kondisi pembaharuan semangat maupun penyegaran pemikiran melalui kemampuan inovasi dan kreatifitas dalam menjalankan roda organisasi satuan kerja,” ujar Pangarmatim.

Menanggapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks yang dihadapkan pada keterbatasan anggaran TNI, Pangarmatim mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab Kadisku tidak ringan.

Untuk itu, Pangarmatim meminta dalam pengelolaan anggaran Disku Koarmatim agar lebih memperketat pengawasan dan pembukuan dalam menggunakan anggaran yang ada serta perlu dilaksanakan pemilihan program-program dengan skala prioritas.

“Saya tekankan kepada jajaran Disku Koarmatim untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab, dengan memegang teguh prinsip-prinsip kehati-hatian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, transparan, akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas anggaran,” tegas Pangarmatim.

Disku Koarmatim bertugas melaksanakan administrasi keuangan kepada Organisasi Pengguna Anggaran yang meliputi penganggaran, pembiayaan, penatabukuan, pengendalian, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan.

Demikian keterangan pers dari Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Toni Syaiful. (*)

kri-sim
Surabaya (Kabarin) – Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Vice Admiral (VADM) John M. Bird melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Lili Supramono di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung Surabaya, Kamis (22/1).

Didampingi stafnya LCDR Sarah Rhoads, Atase Pertahanan Amerika untuk Indonesia Kolonel Kevin Wilson serta 2 orang staf, setelah melewati jajar kehormatan valreef, Panglima Armada ke-7 AL Amerika Serikat Vice Admiral John M. Bird diterima secara hangat oleh Pangarmatim di ruang VIP Room Gedung Gajah Mada-I Markas Koarmatim. Turut mendampingi Kepala Staf Koarmatim, Laksma TNI Slamet Yulistiyono, Asintel Pangarmatim, Kolonel Laut (P) Djayeng Tirto Sudarsono, Asrena Pangarmatim, Kolonel Laut (P) Aswad, Asisten Logistik Pangarmatim, Kolonel Laut (T) Dharyantho, dan Asisten Personalia Pangarmatim, Kolonel Laut (P) Dwi Tjahyono Hadi.

Pertemuan kedua Panglima Armada ini berlangsung hangat serta penuh keakraban. Materi yang dibicarakan meliputi kerjasama bilateral kedua Armada yang semakin hari semakin baik juga tentang berbagai latihan yang tengah dan akan dilaksanakan kedua angkatan laut.

Pada kesempatan tersebut, Panglima Armada ke-7 AS ini juga disuguhi penayangan film tentang profil Koarmatim.

Selain itu, kedua Panglima Armada ini juga saling memberikan plakat satuannya masing-masing.

Setelah mengadakan pembicaraan, Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat didampingi Pangarmatim berkesempatan meninjau kapal perang terbaru TNI AL jenis Sigma class KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang tengah sandar di Dermaga Madura Tengah Koarmatim.

Selain melihat dari dekat ruang-ruang yang ada di kapal seperti ruang anjungan, PIT, ruang kerja komandan kapal dan lounge room perwira, Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Letkol Laut (P) Ariantyo C Wibowo, juga memberikan penjelasan tentang proses pembangunan KRI Sultan Iskandar Muda-367 saat dibuat di Belanda itu kepada tamunya.

Setelah mengadakan kunjungan ke KRI dan melewati jajar penghormatan valreef, dengan diantar Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono, Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Vice Admiral (VADM) John M. Bird meninggalkan Markas Koarmatim.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Toni Syaiful. (*)

tni-al-kri3651

Jakarta (Kabarin) – Di tengah cuaca perairan yang buruk KRI Imam Bonjol-383 yang berada di bawah kendali Gugus Keamanan Laut Komando
Armada RI Kawasan Barat (Guskamlabar) berhasil menangkap Kapal Motor Tanker Amena MD berbendera Malaysia pada posisi 1,5 mil sebelah Barat
Pulau Nipah, Kamis (15/1), lalu.

Kapal dengan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) tersebut bermuatan 20 ton minyak solar dan dinakhodai oleh Alwi. Saat ditangkap dan diperiksa,
kapal berbobot 149 GT itu ditemukan seluruh dokumen kapal tersebut hanya berupa fotocopian dan sudah kadaluarsa, sedangkan dokumen ABK serta
dokumen muatannya tidak ada.

Sehari sebelumnya KRI Imam Bonjol-383 juga menangkap dan memeriksa kapal berbendera Tuvalu, sebuah negara di Kepulauan Fiji, di Lautan Pasifik, TB
Twin Power 18 yang menggandeng Tongkang BG Chigo 8 di sekitar perairan Selat Durian. Kapal dengan bobot 125 GT yang membawa debu granit sebanyak
3,403 MT tersebut ditangkap karena tidak memiliki buku sijil untuk mempekerjakan seseorang tanpa memiliki kompetensi dan dokumen pelaut yang
dipersyaratkan. Karena itu kapal tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang tahun 2008 tentang Pelayaran pasal 145 dengan sanksi pidana
penjara paling lama 1 tahun dan denda maksimal Rp. 300 juta.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul,S.E. kapal dengan ABK 8 orang yang
dinakhodai Yonathan Nur bandaso tersebut juga tidak memiliki dokumen pengoperasian pemilik kapal asing (PPKA) dan tidak memiliki Ijin kerja
Tenaga Asing (IKTA). Saat ini kedua kapal dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, (18/01) sekitar pukul16.00 Wib Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Sea Wolf dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam menangkap kapal
Tanker Thailand MT Bitumen Star di Perairan Tanjung Uncang Batam.

Kapal Tanker berbendera Thailand ditangkap karena tidak memiliki dokumen lengkap seperti dokumen izin pelayaran ke perairan Indonesia dan dijerat
dengan pasal 323 UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran tanpa memiliki Surat Izin Berlayar (SIB) dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 500
juta Rupiah, selanjutnya kapal tanker milik Cemestar Shiping co.ltd Singapura bersama 14 ABK nya ditahan di Perairan Sekupang guna menunggu
proses lebih lanjut.

Walaupun situasi cuaca di laut yang akhir-akhir ini tidak menentu dan tingginya gelombang disertai angin kencang tidak mengurangi aktifitas
kegiatan Patroli TNI AL. Hal ini semata-mata demi menjamin situasi yang kondusif di perairan Indonesia dari tindakan-tindakan pelanggaran di
maupun lewat laut, ujar Kadispenal. Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. (*)

Satgas Banjir TNI AL

tnialicon150

Jakarta (Kabarin) – Untuk mengantisipasi datangnya musibah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), jajaran TNI Angkatan Laut membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Satgas tersebut terdiri atas Satgas Penanggulangan Banjir Lantamal III, Satgas Penanggulangan Banjir Korps Marinir dan Satgas Penanggulangan Banjir Koarmabar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul SE menjelaskan, Satgas Penanggulangan Banjir wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ini terdiri dari Satgas Lantamal III yang berpusat di Posko Mako Lantamal III ini dipimpin oleh Dansatgas Asisten Operasi Pangkalan Utama Angkatan Laut (Asops Lantamal) III Kolonel Laut (P) Drs. Barkah.

Satgas tersebut terbagi dalam dua sektor, yakni Sektor Posko I Markas Komando (Mako) Lantamal III dan Sektor II Batalyon Marinir dan Pertahanan Pangkalan (Yonmarharlan). Posko banjir Lantamal III meliputi wilayah tugas di daerah Sunter, Kelapa Gading, Marunda dan Pantai Indah Kapuk dengan Nomor Telepon 021-64710807.

Untuk Satgas banjir Korps Marinir, lanjut Kadispenal, berposko di Gedung Olah Raga (GOR) Cilandak Jl. Raya KKO Ksatrian Hartono Marinir,  Cilandak, Jakarta Selatan meliputi wilayah tugas Jabodetabek dengan nomor telepon 021-7806359. Sedangkan Posko Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berpusat di di Mako Koarmabar dengan wilayah tugas Jabodetabek, nomor telepon 021-42444161.

Posko Penanggulangan Banjir Lantamal III menerjunkan 65 personel dan 6 orang dokter dengan 4 unit perahu karet, 3 unit kendaraan angkut jenis truk, 1 unit ambulans serta menyiapkan juga 170 buah alat apung atau life jacket.

Satgas Penanggulangan Banjir Korps Marinir menurunkan 45 personel termasuk 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan setelah jam kerja dengan didukung 2 unit truk dan 6 unit perahu karet, kata Kadispenal.

Ia mengemukakan pula, Satgas Penanggulangan Banjir Koarmabar sedikitnya menerjunkan 70 personel dengan didukung 2 unit truk, 4 unit perahu karet dan satu buah tenda besar.

Demikan berita Dinas penerangan Angkatan Laut. (*)

tni_al_icon1503

Jakarta (Kabarin) – Jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura dalam kurun waktu sepekan ini berhasil menangkap
Sebanyak 32 kapal dari berbagai jenis dan pelanggaran.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. menjelaskan, MV Golden Blessing yang ditangkap
oleh Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal X dan saat ini tengah menunggu proses PK.

Untuk kapal-kapal yang ditangkap oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sorong terdiri dari KLM Tri Harapan 02 dan KM Rumbati yang saat ini
tengah dilakukan proses penyidikan Lanal Sorong. KM Berkat Usaha dalam proses di Kejaksaan Negeri(Kejari) Sorong. LCT Eka Kurnia Raja Ampat dan
KM Berlian Jay 12 dalam proses persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sorong.

Kapal yang masih dalam proses banding masing-masing KM Metaru IV, KM Tunas Jaya 18, KM Berkian Jaya 19, KM Ronauly 05, KM Primpol 25 R, KM
Latsuprat 10H dan KM Okey Baru 02. Kapal-kapal yang tengah menunggu proses kasasi masing-masing KM Aspac 03, KM Aspac 09, KM Cinta Bahari 07,
KM Cinta Bahari 02, FV JT Palau, KM Aspac 01, KM Aspac 16, KM Aspac 18 dan KM Mina Ventura 01. Untuk KM Usaha Ibu, telah diputus PN Sorong
dengan putusan pidana penjara selama empat bulan dengan masa percobaan enam bulam dan pidana denda sebesar Rp. 6.000 subsider empat bulan
kurungan, lanjut Kadispenal.

Lanal Biak berhasil menangkap satu kapal, yakni KM Mina 1 yang saat ini tengah menunggu proses kasasi di Mahkamah Agung.

Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari berhasil menangkap tiga kapal masing-masing KM May May yang tengan menunggu Proses
di Kejari, KM Siong-siong Hai-05099 yang tengah menunggu proses lelang dan KM Zola Gracia 05 yang tengah menunggu proses kasasi.

KM Adi Jaya, KM Setia Budi 02, KM Cinta Bahari 12 dan KM Waigama ditangkap jajaran Lanal Timika dan tengah menunggu banding dari
Pengadilan Tinggi Jayapura. Sedangkan KM Cinta Bahari 08 dan KM Cinta Bahari 10 telah diputus bersalah oleh Pengadilan Tinggi Jayapura dengan
hukuman penjara tiga bulan delapan hari.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. (*)

armatim-2

Surabaya (Kabarin) – Pertempuran di Laut Aru pada 15 Januari 1962, yang mengakibatkan tenggelamnya kapal perang RI Macan Tutul berikut gugurnya Komodor Yos Sudarso, atau Hari Dharma Samudera diperingati dengan upacara militer oleh segenap prajurit Komando Armada RI Kawasan Timur, Kamis (15/1).

Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim), Laksamana Pertama TNI Slamet Yulistiyono, bertindak selaku inspektur upacara, sedangkan para peserta upacara lainnya terdiri satu unit Korps Musik Lantamal V, satu Kompi Perwira , satu Kompi Bintara, satu Kompi Tamtama, satu peleton PNS TNI AL serta barisan Pamen dan Kasatker.

Kegiatan upacara berlangung di lokasi di depan Monumen Yos Sudarso di depan Kantor Pomal, Jl. Hang Tuah, Ujung Surabaya.

Peringatan Hari Dharma Samudera pada tanggal 15 Januari senantiasa dilaksanakan oleh prajurit TNI AL di seluruh Indonesia.

Peringatan pertempuran ini menggambarkan heroiknya pahlawan bahari Komodor Yos Sudarso pada peristiwa perebutan Irian Barat.

Kapal RI Macan Tutul tenggelam dalam rangka merebut Irian barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Perlawanan gigih Komodor Yos Sudarso beserta Anak Buah Kapal (ABK) RI Macan Tutul.

Komodor Yos Sudarso masih sempat menyampaikan pesannya melalui radio telekomunikasi, yakni: “Kobarkan semangat pertempuran.”

Laksma TNI Slamet Yulistiyono selaku inspektur upaca pun mengemukakan, “Dengan semangat pantang menyerah, rela berkorban disertai dengan pengabdian yang tulus dan tanpa pamrih, marilah kita lanjutkan perjuangan Komodor Yos Sudarso di segala bidang demi kejayaan TNI AL, Bangsa dan Negara.” (*)

armatim-1

Surabaya (Kabarin) – Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (KS Koarmatim) Laksamana Pertama TNI Slamet Yulistiyono bersama IrarmatimKolonel Laut (P) dan Aspers Pangarmatim Kolonel Laut (P) menerima kunjungan kehormatan dari Tentara Royal Singapura di Gedung Gajah Mada I, Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (15/01).

Delegasi tamu yang terdiri dari 23 personel tersebut merupakan para Perwira Angkatan Darat (Royal Army ) dan Angkatan Udara ( SAF ) yang dipimpin langsung oleh Commander 3 Division Singapura Brigjen Tan Chuan Jian.

Hal menarik dari kunjungan tersebut, Brigjen Tan Chuan Jian beserta keduapuluhdua perwiranya itu merupakan alumni dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bandung.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan itu, para delegasi dari Singapura tersebut disuguhi tanyangan presentasi tentang Profile Koarmatim selama hamper 30 menit, dan dilanjutkan dengan tukar menukar cindera mata sebagai tanda persahabatan antar Alumni Sesko TNI.

Sebelum mengadakan kunjungan ke Koarmatim, para delegasi perwira Singapura itu mengunjungi Sesko TNI AD, Sesko TNI AL, Sesko TNI, serta mengadakan kunjungan kehormatan ke Panglima TNI dan Kasum TNI.

Demikian siaran pers yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Toni Syaiful. (*)

tni-nea

Jakarta (Kabarin) – Unsur Pos Angkatan Laut (Posal) Lagoi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil mengevakuasi tiga orang korban kecelakaan laut antara Kapal TB Permata Mulia dan Kapal TK Cahaya Alam di Perairan Muara Lagoi, Batam ( 10/01 ), sekitar pukul 10.30.

Ketiga korban tersebut merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal TB Permata Mulia yang keseluruhannya Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Ahmad (25) selaku nahkoda, Yulius Kate (35) yang kepala kamar mesin, Amri Runa (20).

Ketiga korban dibawa ke KPLP Tanjunguban dalam keadaan selamat, sedangkan seorang lainnya, Ridwan (20), belum diketemukan.

Sementara itu, pada Minggu (11/01) Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Lanal Batam kembali berhasil menyelamatkan 18 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terapung di Perairan sekira satu mil utara Nongsa Batam, akibat kapal speedboat yang di tumpanginya ditabrak kapal tanker elpiji (Liquid Petroleum Gas/LPG) setelah mesin tempel mereka mengalami kerusakan dan terombang ambing gelombang tinggi di perairan tersebut.

Sebanyak 18 orang penumpang yang selamat langsung mendapat perawatan di Balai Pengobatan Lanal Batam, dan selanjutnya di serahkan kepada Dinas social Kota Batam untuk proses lanjut.

Menurut Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (E) M Faisal, speedboat yang rencananya akan merapat di Batam itu membawa 20 penumpang dengan satu orang tekong atas nama Supriyatno yang sampai saat ini di nyatakan hilang bersama dua orang, Anang Suherli dan Botak (nahkoda).

Unsur TNI AL akan terus berupaya melakukan pencarian korban yang hilang, seperti yang dilakukan pada korban kecelakaan kapal KM Teratai Prima di Perairan Majene.

Hal ini merupakan komitmen TNI AL untuk selalu siap membantu korban kecelakaan dilaut, demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul S.E. (*)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »